Full Stack Engineer

Yash Thakur: Dari Lapangan Kriket ke Dunia Teknologi, Siapa Sih Dia?

Iklan
Yash Thakur: Dari Lapangan Kriket ke Dunia Teknologi, Siapa Sih Dia?

Yash Thakur: Dari Lapangan Kriket ke Dunia Teknologi, Siapa Sih Dia?

Pernah nggak sih kamu denger nama Yash Thakur? Kalau belum, siap-siap deh, karena dia baru aja jadi sorotan di dunia kriket India. Tapi tunggu dulu, bukan cuma itu aja yang menarik dari dia. Ternyata, Yash juga punya perjalanan karier yang nggak kalah seru di dunia teknologi. Yuk, kita kulik lebih dalam!

Awal Mula di Dunia Kriket

Yash Thakur lahir di Kolkata, India, pada 28 Desember 1998. Sejak kecil, dia udah jatuh cinta sama kriket. Setelah pindah ke Nagpur, dia mulai meniti karier di dunia kriket domestik bersama tim Vidarbha. Kecepatan dan ketepatannya sebagai bowler cepat (right-arm fast-medium) bikin dia cepat dikenal. Bahkan, dia sempat jadi pemain kunci di tim Lucknow Super Giants di IPL 2023 dan 2024. Gak cuma itu, pada 25 Juli 2026, dia debut di timnas India melawan Zimbabwe di pertandingan T20I. Keren, kan?

Berpindah Haluan ke Dunia Teknologi

Setelah sukses di dunia kriket, Yash nggak berhenti berinovasi. Dia melanjutkan pendidikannya di bidang teknologi dan sekarang berkarier sebagai full stack engineer di sebuah startup di Bangalore. Di sana, dia terlibat dalam pengembangan aplikasi iOS berbasis AI yang fokus pada pengembangan diri. Dengan keahlian di React, Next.js, Express, dan Rust, Yash terus berinovasi dan berkontribusi di dunia teknologi. Bahkan, dia pernah menulis artikel tentang membangun mesin pencocokan pesanan dengan latensi sub-milidetik menggunakan Rust. Wah, nggak nyangka ya, dari lapangan kriket ke dunia teknologi!

Proyek-Proyek Menarik yang Pernah Dikerjakan

  • Unhateable: Aplikasi pembuat situs web berbasis AI yang membantu pengguna membuat situs web secara otomatis.
  • Octamarket: Platform pasar prediksi dengan backend Rust yang mampu menangani sekitar 5.000 transaksi per detik, lengkap dengan aplikasi web dan iOS.
  • Axis: Platform trading CFD dengan latensi rendah dan backend yang skalabel, memungkinkan trading frekuensi tinggi untuk BTC, ETH, dan SOL.
  • Memory: Layanan memori seperti mem0/Supermemory yang memungkinkan pengguna mengolah, mengorganisir, dan mengambil memori semantik dengan pencarian vektor dan RAG.

Perjalanan Karier yang Inspiratif

Perjalanan Yash Thakur dari lapangan kriket ke dunia teknologi menunjukkan betapa pentingnya fleksibilitas dan semangat untuk terus belajar. Dari seorang atlet profesional, dia beralih menjadi engineer yang berkontribusi besar di bidang teknologi. Ini jadi bukti bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita bisa sukses di berbagai bidang yang kita tekuni.

Jadi, gimana menurut kamu? Apakah perjalanan Yash Thakur ini menginspirasi kamu untuk mengejar passion di bidang lain? Atau mungkin kamu punya cerita serupa yang ingin dibagikan? Yuk, share di kolom komentar!

Iklan