Pajak Miliarder California 2026: Mengapa Sergey Brin dan Larry Page Jadi Sorotan?
California selama ini dikenal sebagai pusat teknologi dunia, rumah bagi Silicon Valley dan sejumlah perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat. Namun pada 2026, California juga menjadi pusat perdebatan mengenai pajak kekayaan miliarder.
Perdebatan tersebut semakin menarik perhatian setelah sejumlah miliarder yang memiliki keterkaitan dengan California dilaporkan memindahkan tempat tinggal atau sebagian entitas bisnis mereka ke negara bagian lain, terutama Florida.
Di antara nama yang menjadi sorotan adalah dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page.
Apa Itu Proposition 40?
Isu yang menjadi pusat perhatian adalah Proposition 40, sebuah inisiatif yang akan diputuskan dalam pemilihan umum California pada 3 November 2026.
Menurut California Legislative Analyst's Office (LAO), Proposition 40 akan mengenakan pajak satu kali hingga 5 persen terhadap individu dan trust tertentu yang memiliki aset yang dikenai pajak dengan nilai lebih dari US$1 miliar.
Pajak tersebut berbeda dari pajak penghasilan biasa karena yang menjadi dasar perhitungannya adalah kekayaan atau aset tertentu, bukan semata-mata pendapatan yang diperoleh seseorang dalam satu tahun.
LAO menjelaskan bahwa aset yang termasuk dalam cakupan antara lain bisnis, sekuritas, karya seni, barang koleksi, dan kekayaan intelektual. Sementara itu, real estat serta sejumlah dana pensiun dan rekening pensiun tertentu dikecualikan.
Jika disetujui pemilih, pajak tersebut akan berlaku secara retroaktif terhadap miliarder yang merupakan penduduk California pada 1 Januari 2026. Pembayaran pajaknya dijadwalkan mulai 2027, dengan opsi pembayaran selama lima tahun dengan jumlah pembayaran yang lebih tinggi.
Untuk Apa Uang dari Pajak Miliarder Digunakan?
Salah satu alasan utama pendukung Proposition 40 adalah penggunaan pendapatan dari pajak tersebut untuk membiayai layanan publik.
Menurut ringkasan resmi California Secretary of State, sekitar 90 persen pendapatan dari pajak tersebut akan dialokasikan untuk layanan kesehatan. Sisanya akan digunakan untuk bantuan pangan atau program yang berkaitan dengan pendidikan.
Proposition 40 juga menyatakan bahwa dana tersebut tidak boleh digunakan untuk menggantikan pendanaan yang sebelumnya sudah dialokasikan untuk program-program tersebut.
LAO memperkirakan pajak tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan negara bagian dalam jumlah puluhan miliar dolar, tetapi sifatnya merupakan peningkatan pendapatan yang bersifat sementara.
Mengapa Pajak Ini Ditentang Para Miliarder?
Para penentang Proposition 40 berpendapat bahwa pajak atas kekayaan dapat mendorong orang-orang dengan kekayaan sangat besar untuk meninggalkan California.
Kekhawatiran tersebut bukan hanya berasal dari kelompok miliarder. Gubernur California Gavin Newsom juga menentang pajak tersebut dan memperingatkan bahwa kebijakan seperti ini dapat mendorong sebagian orang kaya meninggalkan California dan pada akhirnya mengurangi penerimaan pajak negara bagian dari sumber lainnya.
Di sisi lain, pendukung pajak berpendapat bahwa miliarder memiliki kemampuan finansial yang sangat besar sehingga sebagian kekayaan mereka dapat digunakan untuk membantu membiayai layanan kesehatan dan program sosial.
Perdebatan tersebut membuat Proposition 40 menjadi salah satu isu ekonomi yang cukup menonjol menjelang pemilu California pada November 2026.
Sergey Brin Menggelontorkan Dana Besar untuk Menentang Pajak
Sergey Brin, salah satu pendiri Google, menjadi salah satu donor terbesar dalam kampanye menentang Proposition 40.
Menurut laporan Financial Times, Brin kembali memberikan US$20 juta untuk mendukung kelompok yang menentang pajak tersebut. Dengan tambahan tersebut, total kontribusi Brin untuk upaya melawan Proposition 40 telah mencapai lebih dari US$100 juta.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai pajak miliarder bukan hanya berlangsung melalui pernyataan politik, tetapi juga melibatkan pengeluaran kampanye dalam jumlah sangat besar.
Kelompok yang menentang Proposition 40 menggunakan dana tersebut untuk berkampanye melawan pajak dan mendukung langkah-langkah lain yang bertujuan membatasi penerapan pajak kekayaan di California.
Larry Page dan Perpindahan ke Florida
Nama lain yang sering dikaitkan dengan isu ini adalah Larry Page, salah satu pendiri Google.
Page dilaporkan telah membeli sejumlah properti mewah di Miami. Menurut laporan Fortune, dua properti di kawasan Coconut Grove memiliki nilai gabungan sekitar US$173,4 juta. Page juga dilaporkan memiliki properti lain di Florida.
Selain pembelian properti, laporan sebelumnya menyebut sejumlah entitas yang berkaitan dengan Page dipindahkan keluar dari California, termasuk family office dan beberapa entitas investasi.
Namun, penting untuk membedakan antara fakta perpindahan aset atau entitas dan alasan pribadi di balik keputusan tersebut. Pembelian properti di Florida tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang pindah semata-mata untuk menghindari pajak.
Meski demikian, waktu perpindahan tersebut menjadi perhatian karena bertepatan dengan persiapan California menghadapi pemungutan suara mengenai Proposition 40.
Mengapa Florida Menjadi Tujuan Para Miliarder?
Florida memiliki daya tarik tersendiri bagi orang-orang dengan kekayaan sangat besar. Salah satu faktor yang sering disebut adalah tidak adanya pajak penghasilan pribadi tingkat negara bagian.
Miami juga berkembang sebagai pusat bisnis dan teknologi baru. Sejumlah perusahaan serta pengusaha kaya telah meningkatkan kehadiran mereka di wilayah Florida dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, perpindahan miliarder dari California ke Florida tidak selalu dapat dijelaskan hanya oleh satu faktor. Pajak, lingkungan bisnis, investasi properti, gaya hidup, dan pertimbangan pribadi dapat menjadi bagian dari keputusan tersebut.
Berapa Banyak Miliarder yang Meninggalkan California?
Sejumlah laporan media pada 2026 menyebut beberapa miliarder telah meninggalkan California atau mengubah struktur tempat tinggal dan bisnis mereka menjelang tanggal 1 Januari 2026.
Namun, jumlah pastinya perlu diperlakukan dengan hati-hati karena status residensi seseorang merupakan persoalan faktual dan hukum yang tidak selalu dapat ditentukan hanya berdasarkan pembelian properti atau perubahan alamat perusahaan.
Yang jelas, Proposition 40 secara khusus menggunakan status seseorang sebagai penduduk California pada 1 Januari 2026 sebagai salah satu dasar penting dalam penerapannya.
Apa yang Terjadi Jika Proposition 40 Disetujui?
Jika mayoritas pemilih California memilih YES pada November 2026, negara bagian akan memperoleh kewenangan untuk memungut pajak satu kali terhadap miliarder yang memenuhi kriteria dalam Proposition 40.
Menurut LAO, pajak tersebut dapat menghasilkan puluhan miliar dolar selama beberapa tahun. Namun, pemerintah negara bagian juga menghadapi kemungkinan berkurangnya sebagian penerimaan pajak penghasilan jika sebagian miliarder memilih meninggalkan California.
Dengan kata lain, dampaknya tidak sesederhana “pajak naik berarti pendapatan negara naik”. Respons para wajib pajak kaya terhadap kebijakan tersebut juga dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Bagaimana Jika Proposition 40 Ditolak?
Jika pemilih memilih NO, pajak satu kali terhadap kekayaan miliarder sebagaimana diatur dalam Proposition 40 tidak akan diberlakukan.
Namun, perdebatan mengenai pajak kekayaan kemungkinan tidak akan langsung berakhir. California tetap menghadapi persoalan mengenai biaya layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan ketergantungan terhadap penerimaan pajak dari kelompok berpenghasilan sangat tinggi.
Proposition 40 Bukan Sekadar Persoalan Miliarder
Perdebatan mengenai Proposition 40 sebenarnya menyangkut pertanyaan yang lebih besar: seberapa jauh negara bagian dapat mengenakan pajak terhadap kekayaan orang-orang yang sangat kaya untuk membiayai kebutuhan publik?
Pendukungnya melihat pajak tersebut sebagai cara memperoleh tambahan dana dari kelompok dengan kemampuan ekonomi paling besar. Penentangnya melihat risiko bahwa kebijakan tersebut justru mendorong modal, investasi, dan orang-orang kaya keluar dari California.
Kedua sisi tersebut memiliki konsekuensi ekonomi yang perlu diperhitungkan secara hati-hati.
Kesimpulan
California sedang menghadapi salah satu perdebatan pajak paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Proposition 40 akan meminta pemilih menentukan apakah negara bagian perlu mengenakan pajak satu kali hingga 5 persen terhadap kekayaan tertentu milik miliarder yang memenuhi kriteria.
Isu ini semakin mendapat perhatian karena nama-nama besar seperti Sergey Brin dan Larry Page ikut terseret dalam perdebatan mengenai masa depan kebijakan pajak California.
Brin menjadi salah satu penyumbang terbesar kampanye penolakan pajak, sementara Page dilaporkan memperbesar kehadirannya di Florida melalui pembelian properti dan perubahan sejumlah entitas bisnis.
Namun, pembaca sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa setiap miliarder yang membeli properti di Florida pasti melakukannya untuk menghindari pajak. Alasan perpindahan tempat tinggal dan struktur bisnis seseorang dapat jauh lebih kompleks.
Yang pasti, Proposition 40 akan menjadi salah satu isu penting dalam pemilu California pada 3 November 2026. Hasil pemungutan suara nantinya akan menentukan apakah California benar-benar menerapkan pajak satu kali terhadap kekayaan miliarder yang memenuhi persyaratan.
Sumber Referensi
- California Legislative Analyst's Office (LAO) — Analisis resmi Proposition 40 mengenai pajak satu kali terhadap miliarder. Baca analisis LAO
- California Secretary of State — Informasi resmi mengenai langkah-langkah yang masuk dalam ballot November 2026. Baca informasi resmi
- Financial Times — Laporan mengenai dukungan finansial Sergey Brin terhadap kampanye menentang Proposition 40. Baca laporan Financial Times
- Fortune — Laporan mengenai properti Larry Page dan Sergey Brin di Miami. Baca laporan Fortune
Catatan: Artikel ini menggambarkan status Proposition 40 berdasarkan informasi yang tersedia hingga 19 Agustus 2026. Status politik, hukum, dan kampanye dapat berubah sebelum pemungutan suara 3 November 2026.