Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau banjir rob, yang dalam istilah internasional dikenal sebagai coastal flood warning, untuk periode 18 September hingga 2 Oktober 2026. Peringatan ini berkaitan dengan fase bulan purnama pada 26 September 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Menurut Tribun Jatim, BMKG menyampaikan peringatan tersebut melalui akun Instagram resmi @infobmkg pada Rabu, 16 September 2026. Wilayah yang perlu waspada tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku.
Kenapa Bulan Purnama Memicu Rob?
Saat bulan purnama, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada hampir segaris. Gaya tarik gravitasi gabungan keduanya membuat pasang air laut naik lebih tinggi dari biasanya. Jika pasang maksimum ini terjadi di kawasan pesisir yang rendah, apalagi bersamaan dengan hujan lebat atau gelombang tinggi, air laut dapat meluap ke daratan dan menggenangi permukiman.
BMKG menyusun peringatan berdasarkan pemantauan tinggi muka air laut (water level) dan prediksi pasang surut. Selain pasang tinggi, BMKG juga mengingatkan potensi awan Cumulonimbus yang dapat membawa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, sehingga memperbesar gangguan di kawasan pesisir.
Jadwal Potensi Rob di Sejumlah Wilayah
Periode potensi rob berbeda di setiap daerah, bergantung pada karakteristik pasang surut dan kondisi pesisir masing-masing. Beberapa di antaranya:
- Pesisir Kepulauan Riau: 18–21 September dan 30 September 2026.
- Pesisir Jawa Tengah: 21–24 September 2026.
- Pesisir Jawa Timur, termasuk Surabaya Barat dan Banyuwangi: 20–30 September 2026.
- Pesisir Sumatera Utara: 26–30 September 2026.
- Pesisir Bali: 26–30 September 2026.
- Pesisir Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara): 28–30 September 2026.
Rincian tersebut dirangkum dari pemberitaan Suara Surabaya dan Inforadar. Wilayah lain yang masuk pemantauan meliputi pesisir Sumatera Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.
Di Sulawesi Utara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Aqil Ihsan menyebut ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,0 hingga 2,5 meter, seperti dilaporkan KabarPublik.
Rob Ketiga dalam Sebulan Terakhir
Peringatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian peringatan sebelumnya. BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan rob untuk periode 21 Agustus–4 September 2026 akibat purnama 28 Agustus. Setelah itu, pesisir utara Jakarta juga diperingatkan menghadapi potensi rob pada 5–8 September 2026. Saat itu BPBD DKI menyebut pasang maksimum dipicu fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yaitu jarak terdekat Bulan ke Bumi, dengan puncak pasang pada pukul 17.00–20.00 WIB, menurut Kompas.com.
Dampak yang Perlu Diantisipasi
BMKG menyebut banjir rob secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan dan pesisir, seperti bongkar muat barang, aktivitas di permukiman pesisir, tambak garam, serta perikanan darat. Genangan juga dapat mengganggu transportasi di jalan-jalan dekat pantai.
Langkah Antisipasi bagi Warga Pesisir
- Pantau jam pasang maksimum di wilayah masing-masing melalui kanal resmi BMKG, karena puncak rob biasanya terjadi pada rentang jam tertentu setiap hari.
- Pindahkan dokumen penting, obat-obatan, dan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi sebelum periode pasang.
- Hindari menerobos genangan dengan kendaraan, terutama jika kedalaman air tidak terlihat.
- Jangan menyentuh instalasi listrik yang terendam air. Matikan aliran listrik hanya jika aman dilakukan.
- Bagi nelayan dan pelaku usaha tambak, sesuaikan jadwal melaut dan amankan hasil panen menjelang puncak pasang.
Informasi terbaru mengenai kondisi laut dan pasang surut dapat dipantau melalui situs maritim.bmkg.go.id, akun media sosial @BMKGmaritim, atau Call Center BMKG 196. Dengan puncak purnama jatuh pada 26 September, pekan ini menjadi periode yang paling perlu diwaspadai oleh warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir.